3. BAB I

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dewasa ini banyak sekali perusahaan-perusahaan baru yang didirikan,
perusahaan-perusahaan tersebut bergerak menurut kegiatannya masingmasing, yaitu perusahaan jasa, perusahaan manufaktur, serta perusahaan
dagang. Dari semua jenis kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan,
semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh laba dengan
menciptakan barang atau jasa maupun dengan menyediakan barang-barang
kebutuhan masyarakat.
Setiap perusahaan senantiasa menginginkan usahanya berkembang.
Perkembangan tersebut akan terjadi apabila ditunjang oleh adanya
kemampuan
manajemen
dalam
merencanakan,
mendapatkan,
dan
memanfaatkan dana-dana untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Dana
yang dimiliki perusahaan dapat digunakan untuk investasi, dan salah
satunya adalah investasi kedalam persediaan. Dengan menginvestasikan
dana ke dalam persediaan maka perusahaan akan memperoleh manfaat dari
investasi tersebut, karena persediaan merupakan sumber daya yang memiliki
manfaat masa depan. Dalam perusahaan manufaktur persediaan berupa
persediaan bahan baku (raw material), barang dalam proses (work in
1
2
process) dan barang jadi (finished good). Masalah penentuan besarnya
persediaan
mempunyai
efek
yang
langsung
terhadap
keuntungan
perusahaan.
Adanya persediaan
yang besar jika dibandingkan dengan
kebutuhan akan menambah beban bunga, biaya penyimpanan dan biaya
pemeliharaan di gudang. Hal lain yang juga akan memperkecil laba adalah
karena kerusakan, turunnya kualitas, dan keusangan sehingga semua ini
akan memperkecil keuntungan perusahaan. Jika persediaan terlalu kecil
akan mempunyai efek menekankan keuntungan karena jika tidak tersedia
salah satu jenis persediaan maka perusahaan tidak dapat bekerja dengan
produksi yang optimal.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan perlu mengetahui
tingkat perputaran persediaan. Perputaran persediaan menunjukkan ukuran
kecukupan persediaan dan seberapa efisien persediaan itu dikelola.
Perusahaan dapat menggunakan rasio perputaran persediaan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola persediaan.
Semakin
tinggi
tingkat
perputaran
atau
semakin
cepat
perputarannya berarti semakin pendek terikatnya dana dalam persediaan
sehingga dibutuhkan dana yang relatif kecil, sebaliknya semakin rendah
perputaran persediaannya atau semakin lambat perputarannya berarti
semakin panjang terikat dana dalam persediaannya, persediaan yang terlalu
3
banyak dan tidak cepat dijual dapat menyebabkan penurunan nilai karena
rusak.
Setiap perusahaan dalam kondisi apapun harus menjalankan
usahanya secara ekonomis untuk memperoleh laba yang baik dengan modal
yang berasal dari pemilik maupun modal yang berasal dari pihak lain
(modal asing). Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dapat
dilihat dari tingkat rentabilitasnnya. Rentabilitas dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, salah satunya volume penjualan. Penjualan yang dilakukan
oleh perusahaan baik secara tunai maupun kredit harus dikelola dengan
baik. Perusahaan harus memperhatikan strategi promosi yang disesuaikan
dengan tingkat persaingan yang ada dalam dunia usaha terutama yang
datang dari usaha sejenis.
Dengan volume penjualan
yang baik perusahaan mampu
memperoleh laba yang maksimal, namun laba yang maksimal belum tentu
mencerminkan tingkat rentabilitas yang tinggi karena rentabilitas juga
dipengaruhi oleh modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk
memperoleh laba tersebut.
Bagi perusahaan pada umumnya masalah rentabilitas lebih penting
daripada laba karena efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan
laba yang diperoleh dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan
untuk menghasilkan laba tersebut. Dengan demikian tingkat rentabilitas
memegang peranan yang penting. Perputaran persediaan yang cepat
diharapkan dapat meningkatkan rentabilitas perusahaan.
4
Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan sebelumnya, maka
penulis tertarik menuangkannya dalam penelitian ini dengan judul
“Pengaruh Perputaran Persediaan terhadap Rentabilitas Ekonomis
pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.”
B.
Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merumuskan masalah yaitu:
“Apakah perputaran persediaan berpengaruh secara signifikan terhadap
rentabilitas ekonomis pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek
Indonesia?”
C.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka tujuan
penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh
perputaran persediaan secara signifikan terhadap rentabilitas ekonomis
pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
2. Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a) Bagi Peneliti, untuk menambah dan mengembangkan wawasan
pengetahuan penulis mengenai pengaruh perputaran piutang dan
5
perputaran persediaan
terhadap
rentabilitas
ekonomis pada
perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
b) Bagi
Peneliti
selanjutnya,
sebagai
bahan
masukan
untuk
menyempurnakan penelitian selanjutnya yang sejenis.
c) Bagi para praktisi, sebagai bahan masukan untuk pengambilan
keputusan mengenai pengaruh perputaran piutang dan perputaran
persediaan terhadap rentabilitas ekonomis pada perusahaan
manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Download